Mau Wisata Arung Jeram di Jawa Tengah? Cek 4 Tempat Asik Ini Dulu Yuk!

Bagi pecinta wisata yang menantang adrenalin tidak mungkin melewatkan olahraga air yang satu ini. Rafting atau biasa disebut arung jeram menjadi salah satu wisata favorit untuk memacu adrenalin. Kalian penikmat wisata ini, sudah berapa sungai yang Kalian jajal? Kali ini admin akan memberikan referensi sungai yang biasa dijadikan sebagai wisata arung jeram yang ada di Jawa Tengah.

1.Sungai Serayu

Arung-Jeram-Sungai-Serayu-4

Arung jeram di Sungai Serayu. (Maioloo.com)

Sungai Serayu terletak di Desa Singomerto, Kabupaten Banjarnegara, kurang lebih 4 jam perjalanan dari Yogyakarta dengan melewati lereng Gunung Sindoro-Sumbing. Sungai Serayu mudah dijangkau karena letaknya di pinggir jalan raya yang menghubungkan kota Wonosobo & Banjarnegara tepatnya berdekatan dengan jalan raya Tunggoro-Singomerto. Sungai ini berada pada ketinggian 500 mdpl. Keunggulan sungai Serayu yakni memiliki karakteristik antara lain ukuran sungai yang lebar, rute pengarungan yang panjang, debit air yang merata sepanjang tahun serta pemandangan sekitar Sungai Serayu yang indah.

Sungai Serayu memiliki tingkat kesulitan grade 3 dengan jumlah jeram sekitar 25 jeram. Wisatawan dapat memilih berbagai jenis rute arung jeram yang diinginkan mulai jarak tempuh selama kira-kira 1,5-5 jam pengarungan. Banyak penyedia jasa paket wisata arung jeram yang tersedia dengan berbagai pilihan paket wisata yang berbeda. Salah satu start arung jeram yakni dari jembatan di Desa Blimbing atau Desa Tunggoro (Kab. Wonosobo) serta Desa Boja (Kab. Banjarnegara) ke Desa Singomerto, Kec. Sigaluh, Kab. Banjarnegara. Untuk menuju ke lokasi arung jeram ini sangatlah mudah, Kita dapat  menggunakan kendaraan pribadi atau jasa angkutan umum.

2. Sungai Elo

Arung Jeram Sungai Elo

Arung jeram di Sungai Elo. (Laraswati.com)

Sungai Elo adalah sebuah sungai yang terletak di desa Pare, Blondo kelurahan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Lokasi Sungai Elo dekat dengan obyek wisata seperti Candi Mendut dan Candi Borobudur. Kalau sedang berlibur ke Candi Borobudur bolehlah untuk menyempatkan diri mencoba wisata yang satu ini. Jarak tempuh dari kota Yogyakarta adalah sekitar 40 menit. Jeram-jeram yang dimiliki oleh sungai elo adalah grade II-III, Sungai Elo mempunyai jarak 12 kilometer, dengan waktu untuk melakukan wisata arung jeram sekitar 2,5-3 jam. Sungai Elo cocok bagi Kalian bagi pemula sekalipun belum pernah melakukan arung jeram. Saat ini di Magelang ada beberapa penyedia paket wisata di sekitar sungai Elo yang menawarkan paket wisata rafting dengan berbagai penawaran yang menarik.

3. Sungai Progo

Arung Jeram SUngai Progo

Arung Jeram di Sungai Progo Bawah. (usemayjourney.wordpress.com)

Sungai Progo ini dibagi menjadi 3 rute yang berbeda, yakni Progo Atas, Progo Hulu, dan Progo Bawah. Setiap rute memiliki grade yang berbeda. Sungai Progo Atas memiliki grade 3 sehingga cocok bagi pemula yang ingin mencoba wisata arung jeram meskipun tidak memiliki kemampuan berenang. Sungai Progo Atas memiliki jarak 12 kilometer, dengan waktu untuk melakukan wisata arung jeram sekitar 2,5-3 jam. Sungai Progo di sepanjang jalur ini memiliki karakter penampang sungai yang lebar dengan tebing di satu sisi dan persawahan di sisi yang lain sehingga kecil kemungkinan terjadi banjir bandang.

Sungai Progo Hulu terletak di Kabupaten Temanggung. Sungai ini merupakan hulu dari sungai Progo, dan memiliki jeram-jeram grade 3-4. Peserta yang tidak dapat berenang pun dapat melalui jalur ini dengan usia diatas 15 tahun. Arung jeram di sungai ini membutuhkan waktu sekitar 5 jam. Start dimulai dari Kandangan (Kab.Temanggung) hingga finish di jembatan Payaman (Kab.Magelang). Keunggulan Arung jeram di sungai ini adalah Kalian akan disajikan pemandangan yang indah serta air yang jernih dan dingin menghiasi sepanjang sungai. Susunan bebatuan dengan gradient topografinya membentuk deretan jeram alami yang mengasyikkan namun tetap aman. Sepanjang rute Kalian juga akan melewati dua DAM dengan ketinggian 3 dan 5 meter. Akan tetapi, wisata arung jeram ini hanya dapat dilakukan pada musim hujan.

Khusus Sungai Progo Bawah ini ditujukan bagi para profesional karena memiliki grade 5. Jika Kalian pernah mendengar informasi tentang arung jeram di sungai Progo berbahaya, tentu yang dimaksud adalah rute lintasan Sungai Progo Bawah ini. Start dari jembatan Klangon kabupaten Magelang dan finish di jembatan Dekso, Kulon Progo dengan jarak tempuh sekitar 16km. Debit air pada rute ini cukup besar, karena alur sungai Progo telah tergabung dengan beberapa sungai cukup besar lain. Diantaranya, sungai Elo, sungai Pabelan, sungai Kali Putih dan sungai Blongkeng.

4. Sungai Klawing

Arung Jeram SUngai Klawing

Arung jeram di Sungai Klawing. (wisbangga.blogspot.co.id)

Sungai Klawing adalah sungai utama di Kabupaten Purbalingga. Sungai Klawing adalah sungai yang berhulu di Gunung Slamet dan hilirnya menyatu di Sungai Serayu di Kabupaten Banyumas. Wisata arung jeram dimulai dari Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari dan diakhiri di Desa Onje, kecamatan Mrebet Purbalingga dengan rute sepanjang sekitar 7 km dan waktu tempuh sekitar 1,5-2 jam. Sungai Kalwing memiliki grade 2-3 sehingga cocok bagi kalangan pemula. Selama melakukan arung jeram ini Kalian akan disuguhkan keindahan alam yang eksotik dengan latar belakang Gunung Slamet. Selain itu terdapat juga canyon atau juga disebut tebing di tepi sungai ,dikelilingi pula batuan andesit di tepian sungai dan juga sungai Klawing memiliki air yang bening. Hal yang jarang ditemui wisatawan di wisata arung jeram lain, adalah setelah melakukan arung jeram di tempat finish disuguhi jajanan khas desa seperti mendoan hangat, cimplung ketela, kelapa muda dan kopi jahe penghangat tubuh.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *